PASTORAL ALA PAULUS DAN RM. PAUL JANSSEN

  • Paskalis Edwin I Nyoman Paska
Keywords: misi, pastoral, pengalaman pribadi, penanaman gereja, kunjungan

Abstract

Karya pastoral dewasa ini melanjutkan karya pastoral sejak zaman Gereja Purba. Bentuk, strategi, dan tujuannya tentu tidak harus persis sama, namun juga tidak boleh bertentangan sama sekali atau dilupakan begitu saja. Apa yang telah dilakukan di masa lampau dapat menjadi inspirasi yang baik bagi pastoral dewasa ini. Romo Paul Janssen, CM, pendiri Institut Pastoral IPI-Malang memberi contoh cara berpastoral seperti itu. Beliau mengaktualisasikan karya pastoral yang dilakukan Paulus dengan berhasil di Jawa Timur, khususnya Madiun dan Malang. 

Melalui penelitian dan refleksi atas teks-teks Alkitab dan karya-karya pastoral yang dilakukan oleh Romo Paul Janssen, kami membandingkan karya pastoral Santo Paulus dan Romo Paul Janssen. Ternyata ada banyak kesamaan dan kemiripannya: karya pastoral melanjutkan karya Kristus dan selalu bertitik tolak dari tugas perutusan dan panggilan yang berasal dari Allah sendiri; semangat pelayanan lahir dari pengalaman pribadi bukan teori semata; karya pastoral melanjutkan dan melengkapi karya misi yang sangat menekankan penanaman Gereja; pentingnya membangun relasi melalui kunjungan, surat menyurat, dan mempercayakan tanggung jawab kepada rekan kerja. Kini, giliran para murid dan para pelayan pastoral mengaktualisasikannya dalam konteks Indonesia dewasa ini.

Published
2019-11-29
Section
Artikel