http://e-journal.stp-ipi.ac.id/index.php/sapa/issue/feed SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral 2020-05-31T07:08:58+07:00 Ferdinan Paulus Anyab, S.Kom ipimalang@stp-ipi.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal Kateketik dan Pastoral - Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malangng</p> http://e-journal.stp-ipi.ac.id/index.php/sapa/article/view/117 Identitas Jurnal SAPA Vol. 5 No.1 2020-05-31T07:08:58+07:00 Tim Editor author@stp-ipi.ac.id <p>Vol. 5 No. 1 <strong>|</strong> Mei 2020</p> <p>P-ISSN: 2503-5150</p> <p>E-ISSN: 2654-3214</p> <p>&nbsp;</p> <p>S A P A</p> <p>&nbsp;</p> <p>Jurnal Kateketik dan Pastoral</p> <p>Terbit dua kali setahun, bulan Mei dan Nopember</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>PENANGGUNG JAWAB</strong></p> <p>Yohanes Subasno</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>KETUA PENYUNTING</strong></p> <p>Yohanes Sukendar</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>PENYUNTING AHLI</strong></p> <p>Paskalis Edwin I Nyoman Paska</p> <p>Sermada, SVD</p> <p>Laurensius Laka</p> <p>Martinus Irwan Yulius, CM</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>PENYUNTING PELAKSANA</strong></p> <p>Yohanes Sukendar</p> <p>Emmeria Tarihoran</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ALAMAT REDAKSI</strong></p> <p>Sekolah Tinggi Pastoral - IPI Malang</p> <p>Jalan Seruni No. 6 Malang 65141</p> <p>Email: ipimalang@stp-ipi.ac.id</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Silakan lihat atau unduh file pdf.</strong></p> 2020-05-31T05:51:28+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://e-journal.stp-ipi.ac.id/index.php/sapa/article/view/119 Editorial Jurnal SAPA Vol. 5 No.1 2020-05-31T06:09:06+07:00 Tim Editor author@stp-ipi.ac.id <p>Jurnal SAPA edisi Mei 2020, berisi delapan artikel. Enam artikel merupakan hasil penelitian, dan dua artikel merupakan analisa pustaka.</p> <p>Artikel pertama menganalisa tentang jalan hidup pelayanan pastoral. Artikel ini mencoba menggali nilai-nilai kemuridan dalam pelayanan pastoral, terutama di era “new normal”. Di tengah-tengah situasi wabah corona dan menghadapi era “New Normal,” setiap murid Kristus atau pelayan diajak untuk mencari dan mewujudkan bentuk-bentuk baru pelayanan yang menghadirkan kerajaan Allah di dunia.</p> <p>Artikel yang kedua merupaan hasil penelitian tentang efektivitas training DID partisipatif terhadap pemahaman konsep inklusif disabilitas bagi pekerja sosial Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM). Pelatihan tersebut merupakan reksa pastoral bagi penyandang disabilitas. Penelitian ini merupakan penelitian pra-experimental dengan disain <em>one group pre-test post-test</em>, yang melibatkan tiga (3) <em>trainers</em> dan duapuluh empat (24) <em>trainees</em> dari Malang, Blitar, Kediri, Surabaya, Yogyakarta dan Salatiga.</p> <p>Artikel ketiga membahas hasil penelitian tentang peran keluarga muda Katolik dalam membangun keharmonisan keluarga. Keluarga sebagai Gereja kecil dibina dengan serius agar tercapai kebahagiaan, seperti yang tercantum dalam tujuan perkawinan. Keharmonisan dapat terjalin apabila pasangan yang akan menikah memiliki kesiapan baik secara fisik maupun mental. Sejauh mana peranan keluarga-keluarga muda dalam membangun keharmonisan keluarga itulah yang merupakan pokok utama yang diteliti.</p> <p>Artikel keempat merupakan hasil <em>survey</em> tentang gambaran anak-anak Katolik di Sekolah Dasar tentang pokok utama iman Kristen, yaitu Yesus. Melalui penelitian ini mau ditemukan siapakah Yesus menurut anak-anak Katolik di Sekolah Dasar dan bagaimana mereka menggambarkan sosok Yesus.</p> <p>Artikel kelima membahas hasil penelitian&nbsp; tentang pengaruh pastoral dasar dalam pembentukan petugas pastoral bagi alumni di Malang kota.&nbsp; Melalui penelitian ini mau ditemukan apakah pembentukan sebagai petugas pastoral melalui pastoral dasar masih dilaksanakan oleh para alumni Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang.</p> <p>Artikel keenam merupakan hasil penelitian mengenai peran pengasuh dalam pelayanan anak berkebutuhan khusus di wisma Dewandaru kota Malang. Melalui penelitian ini mau dicari sejauhmana peran pengaruh dalam melayani anak-anak yang berkebutuhan khusus.</p> <p>Artikel ketujuh menguraikan hasil penelitian tentang peran Kepala Sekolah dalam implementasi pendididikan karakter di SMAK Bhakti Luhur Malang. Sejauhmana peranan Kepala Sekolah dalam pembentukan karakter untuk anak-anak Sekolah Menengah Agama Katolik di Bhakti Luhur.</p> <p>Artikel kedelapan membahas gagasan Alfred North Whitehead mengenai “Manusia dan Alam” dari perspektif Filsafat Proses. “Proses menjadi” menujukkan secara jelas bahwa hakekat manusia ditentukan oleh&nbsp; bagaimana manusia menciptakan diri dalam proses menjadi dirinya. Proses menjadi dirinya ini tidak&nbsp; terlepas dari alam sekitarnya. Alam turut memengaruhi proses ‘menjadi’ nya manusia.</p> 2020-05-31T06:00:58+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://e-journal.stp-ipi.ac.id/index.php/sapa/article/view/118 Daftar Isi Jurnal SAPA Vol. 5 No.1 2020-05-31T06:09:41+07:00 Tim Editor author@stp-ipi.ac.id <p>Silakan lihat atau unduh file pdf.</p> 2020-05-31T05:55:46+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://e-journal.stp-ipi.ac.id/index.php/sapa/article/view/115 Jalan Hidup Pelayan Pastoral 2020-05-31T05:44:25+07:00 Tomas Lastari Hatmoko author@stp-ipi.ac.id <p>Yesus adalah figur teladan bagi seorang pelayan pastoral. Pola hidupNya menjadi gambaran bagi para murid Kristus untuk menjalankan pelayanan. Yesus sendiri menghendaki para murid dan siapapun yang mengikutiNya untuk melanjutkan karya misi penyelamatan di dunia. Misi tersebut terpenuhi pula dalam karya-karya pelayanan terutama bagi yang tersingkir. Mengingat sedemikian pentingnya melanjutkan misiNya di dunia ini, Ia pun mempersiapkan para murid dan orang-orang di sekitarnya menjadi pelayan. Jalan hidup seorang pelayan pastoral adalah panggilan dan pilihan hidup seperti yang dilalui oleh Yesus hingga akhir hidupNya. Panggilan pelayanan dan pewartaan tersebut masih sangat relevan hingga saat ini. Oleh karenanya, di tengah-tengah situasi wabah corona dan menghadapi era “New Normal,” setiap murid Kristus atau pelayan diajak untuk mencari dan mewujudkan bentuk-bentuk baru pelayanan yang menghadirkan kerajaan Allah di dunia.</p> 2020-05-31T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://e-journal.stp-ipi.ac.id/index.php/sapa/article/view/120 Efektifitas Modul Training DID Partisipatif Terhadap Pemahaman Konsep Inklusif Disabilitas Community Volunteers Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat 2020-05-31T06:14:33+07:00 Yohanes Subasno author@stp-ipi.ac.id <p>Pelibatan sebanyak mungkin pihak dalam reksa-pastoral pemberdayaan penyandang disabilitas, baik dari gereja maupun masyarakat umum menjadi sangat relevan karena Gereja hadir dalam konteks. Pergeseran paradigma pemberdayaan penyandang disabilitas dari karitatif menjadi inklusif, menyebabkan kerancuan persepsi tentang konsep inklusif disabilitas di kalangan pekerja sosial Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM). Kerancuan tersebut berkisar pada batasan, prinsip dasar, pelaku, target-sasaran RBM. Materi training <em>disability inclusive development</em> (DID) disusun oleh peneliti dan praktisi serta divalidasi oleh pakar RBM untuk mengatasi <em>gap</em> persepsi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian pra-experimental disain <em>one group pre-test post-test</em>. Tiga (3) <em>trainers</em> dan 24 <em>trainees</em> yang berafiliasi dengan Yayasan Bhakti Luhur dari Malang, Blitar, Kediri, Surabaya, Yogyakarta dan Salatiga berkontribusi dalam penelitian. Intervensi dilaksanakan tiga (3) hari, didahului <em>pretest</em>, dan dilakukan <em>posttest</em> setelahnya.&nbsp; Analisa data menggunakan SPSS, didapat hasil <em>mean pre-test</em> 44,92 dan <em>mean post-test</em> 76,58. Uji normalitas <em>Shapiro-Wilk</em> mencatat signifikansi 0,24 pada <em>pre-test</em> dan 0,22 pada <em>post-test</em>. Tingkat signifikansi (a &gt; 0.05) berarti data berdistribusi normal. <em>Paired samples t-test</em> mencatat signifikansi <em>(2-tailed)</em> 0,00 &lt; 0.05, maka H<sub>0</sub> ditolak dan H<sub>a</sub> diterima. Kesimpulan, ada perbedaan antara rata-rata hasil <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>, yang berarti training DID partisipatif efektif meningkatkan pemahaman konsep inklusif disabilitas bagi pekerja sosial RBM.</p> 2020-05-31T06:14:33+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://e-journal.stp-ipi.ac.id/index.php/sapa/article/view/121 Peran Keluarga Muda Katolik Dalam Membangun Keharmonisan Keluarga 2020-05-31T06:20:17+07:00 Teresia Noiman Derung teresiaderung@gmail.com Martinus Alexander author@stp-ipi.ac.id <p>Peran keluarga muda katolik dalam membangun keharmonisan keluarga sangat diperlukan jaman ini. Keluarga sebagai Gereja kecil dibina dengan serius agar tercapai kebahagiaan, seperti yang tercantum dalam tujuan perkawinan. Keharmonisan dapat terjalin apabila pasangan yang akan menikah memiliki kesiapan baik secara fisik maupun mental. Satu hal yang menjadi tolok ukur secara fisik adalah usia laki-laki dan perempuan saat menikah sesuai dengan ketentuan Gereja dan pemerintah. Kenyataan yang terjadi di Stasi Santo Yohanes Pimping banyak keluarga katolik yang menikah muda atau menikah di bawah umur. Ada banyak faktor yang menyebabkan nikah muda yaitu ekonomi keluarga, hamil di luar nikah, budaya nikah muda, dan kurangnya pendidikan iman dalam keluarga. Dampak atau masalah yang terjadi dalam keluarga muda di Stasi Santo Yohanes Pimping yaitu kehidupan ekonomi keluarga dalam kemiskinan, perselingkuhan, anak terbengkalai, dan perceraiaan. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran keluarga muda katolik dalam membangun keharmonisan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peran keluarga muda katolik dalam membangun keharmonisan keluarga. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisa penelitian menggunakan model Milles dan Huberman.&nbsp; Hasil dari penelitian ini adalah; dalam mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga, hanya suami yang mencari nafkah. Memberikan kasih sayang juga sulit dilakukan karena jarak yang tidak memungkinkan. Mempertahakan kejujuran juga sulit dilakukan oleh suami istri karena mereka sering mengalami kesepian. Indikator terakhir adalah komunikasi yang jarang dilakukan oleh pasangan karena jarak suami-istri yang berjauhan. Kenyataan ini menjadikan keluarga sulit untuk hidup dalam keharmonisan.</p> 2020-05-31T06:20:17+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://e-journal.stp-ipi.ac.id/index.php/sapa/article/view/122 Gambaran Anak Sekolah Dasar Mengenai Yesus 2020-05-31T06:23:39+07:00 Yohanes Sukendar sukendar.ipi@gmail.com <p>Yesus Kristus dalah pokok utama iman Kristen. Bagi umat Kristen Yesus adalah Tuhan, Anak Allah, penyelamat dan bahkah adalah Allah yang menjilma menjadi manusia. Di sekolah mulai dari Sekolah Dasar sampai dengan Perguruan Tinggi tema Yesus selalu dibicarakan. Di Sekolah Dasar tema tentang Yesus berkaitan dengan kisah hidup-Nya mulai dari lahir, karya, sengsara, wafat, kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga. Juga dibicarakan tentang sikap-sikap Yesus misalnya, Yesus yang berbelas kasih, Yesus sang pengampun dan sebagainya. Penulis mencoba mengadakan survey kepada anak-anak Katolik Sekolah Dasar kelas III dan IV tentang siapa Yesus dan gambaran mereka tentang Yesus. Survey ini dilaksanakan baik untuk anak Katolik yang bersekolah di sekolah negeri maupun juga sekolah Katolik. Hanya saja penulis tidak membuat pembedaan paham antara anak yang bersekolah di sekolah negeri maupun yang disekolah katolik. Survey ni hanya ingin tahu siapa Yesus menurut anak-anak, artinya apa pemahaman anak sekolah dasar tentang Yesus dan bagaimana mereka menggambarkan sosok Yesus bagi diri anak sendiri.</p> 2020-05-31T06:23:38+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://e-journal.stp-ipi.ac.id/index.php/sapa/article/view/123 Pengaruh Pastoral Dasar Dalam Pembentukan Petugas Pastoral Bagi Alumni di Malang Kota 2020-05-31T06:29:14+07:00 Intansakti Pius X intansakti59@gmail.com Angelika Bule Tawa enjelinanuga@yahoo.com ME. Kakok Kurniantono kurniantono@gmail.com <p>Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang, sebagai lembaga Pendidikan formal yang membentuk petugas Pastoral. Seorang petugas Pastoral adalah seorang guru iman. Petugas Pastoral tidak saja sebagai seorang yang memberikan pelajaran kepada para pendengarnya. Dia harus berada didalam dan oleh sebab itu menjadi anggota kelompok Manusiawi. Ia harus sepenuhnya solider dengan kelompoknya dan menghayati semua peristiwa serta segi-segi kehidupan termasuk ketegangan dan konflik dengan rasa tanggungjawab. Pertama-tama, ia sendiri harus menafsirkan dan menemukan rencana Allah didalam hidupnya, lingkungan serta masyarakatnya baruy kemudian ia dapat mengikutsertakan orang lain untuk menikmati apa yang telah ia temukan melalui pengamatan dan keterlibatannya dari dalam dengan mendengarkan Sabda Allah dan merenungkannya. Dalam hal ini Lembaga menenpatkan mata kuliah Pastoral Dasar sebagai hal yang utama dalam pembentukan keperibadian menjadi seorang petugas Pastoral. Maka penelitian ini untuk mengetahui penggarugh Pastroral Dasar bagi alumni di Malang Raya. Hasil penelitian menunjukan bahwa para alumni Sekolah Tnggi Pastoral IPI Malang, selama masih sebagai mahasiswa mereka mendapatkan pendampingan dan melaksanakan Pastoral Dasar setelah lima tahun ternyata&nbsp; masih menjalankannya terus di lapangan, dalam hidupnya sehari-hari dan mengatakan bahwa Pastoral Dasar memiliki manfaat yang besar dalam kehidupan mereka sehari-hari. Sila dalam Pastoral Dasar yang paling mennonjol dijalankan oleh para alumni Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang adalah sila yang Pembentukan Diri dan yang kuran menonjol yaitu sila Ekaristi atau Ibadat.</p> 2020-05-31T06:29:13+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://e-journal.stp-ipi.ac.id/index.php/sapa/article/view/124 Peran Pengasuh Dalam Pelayanan Anak Berkebutuhan Khusus di Wisma Dewandaru Kota Malang 2020-05-31T06:57:41+07:00 Lorentius Goa lorensgoa@gmail.com <p>Peran pengasuh&nbsp; merupakan keikutsertaan, keaktifan, dan keterlibatan dalam melaksanakan tugas dan kewajiban untuk merawat, menjaga, membimbing dan mendidik&nbsp; anak berkebutuhan khusus. Namun&nbsp; pada kenyataan para pengasuh tidak menjalankan perannya layaknya seorang pengasuh, pengasuh belum menjalankan semua perannya dengan baik,&nbsp; sehingga perkembangan kemampuan anak&nbsp; ada yang sudah mengalami perkembangan kemampuan dan ada yang masih belum mengalami perkembangan kemampuan baik motorik maupun sensorik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pengasuh dan faktor pendukung serta penghambat dalam melayani anak berkebutuhan khusus di Wisma Dewandaru Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dan observasi dengan menggunakan instrumen pedoman observasi dan wawancara terarah. Kegiatan penelitian dilakukan di Wisma Dewandaru Kota Malang. Hasil penelitian berdasarkan instrumen yang dibuat, dan peneliti memperoleh hasilnya melalui wawancara dan observasi melalui informan&nbsp; yaitu&nbsp; para pengasuh di Wisma Dewandaru Kota Malang. Dari hasil yang diperoleh mengenai peran pengasuh dapat dikatakan tidak&nbsp; sepenuhnya bisa mereka jalankan. Faktor pendukung adalah terpenuhnya sarana dan prasarana, program latihan/master, sedangkan faktor penghambat 1) kurang adanya kerjasama antara pengasuh untuk menjalankan kegiatan keseharian anak&nbsp; dan kegiatan&nbsp; latihan master/program anak; 2) pengasuh kesulitan dalam melatih anak berkebutuhan khusus yang memiliki hambatan yang berat; 3) kurangnya kreatifitas dari pengasuh dalam mengajar dan membimbing anak berkebutuhan khsusus dengan hambatan yang berbeda-beda; 4) kurangnya rasa tanggungjawab dari pengasuh dalam melaksanakan tugasnya.</p> 2020-05-31T06:57:40+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://e-journal.stp-ipi.ac.id/index.php/sapa/article/view/125 Peran Kepala Sekolah Dalam Implementasi Pendidikan Karakter di SMAK Bakti Luhur Malang 2020-05-31T07:00:33+07:00 Angelika Bule Tawa enjelinanuga@yahoo.com <p>Tujuan&nbsp; penelitian&nbsp; ini&nbsp; adalah&nbsp; 1)&nbsp; untuk&nbsp; mengetahui&nbsp; nilai-nilai&nbsp; karakter&nbsp; yang dikembangkan, 2) untuk menganalisis peran kepala sekolah sebagai edukator dalam implementasi&nbsp; pendidikan&nbsp; karakter,&nbsp; 3)&nbsp; untuk&nbsp; menganalisis&nbsp; peran&nbsp; kepala&nbsp; sekolah sebagai&nbsp; manajer&nbsp; dalam&nbsp; implementasi&nbsp; pendidikan&nbsp; karakter,&nbsp; 4)&nbsp; untuk&nbsp; menganalisis peran kepala sekolah sebagai inovator dalam implementasi pendidikan karakter.&nbsp; Penelitian ini adalah&nbsp; penelitian deskriptif kualitatif.&nbsp; Sumber data primer dengan wawancara dan sumber data sekunder dengan penelusuran dokumen. Pengambilan informan sebagai sumber data dilakukan secara <em>purposive</em> dan <em>snowball.</em> Hasil&nbsp; penelitian&nbsp; menunjukkan&nbsp; bahwa&nbsp; 1)&nbsp; nilai-nilai&nbsp; karakter&nbsp; yang&nbsp; dikembangkan meliputi nilai-nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa,&nbsp;&nbsp;&nbsp; diri&nbsp; sendiri,&nbsp; sesama&nbsp; manusia,&nbsp; dan&nbsp; lingkungan&nbsp; serta&nbsp; kebangsaan.&nbsp; 2)&nbsp; Peran&nbsp; kepala&nbsp; sekolah&nbsp; sebagai&nbsp; edukator&nbsp; dalam&nbsp; implementasi pendidikan karakter. 3) Peran Kepala&nbsp; Sekolah&nbsp; sebagai&nbsp; manajer&nbsp; ditunjukkan&nbsp; dengan&nbsp; menerapkan&nbsp; pengelolaan manajemen&nbsp; terbuka.&nbsp; 4) Peran Kepala sekolah sebagai inovator ditunjukkan dalam pembinaan personalia,&nbsp; pembaharuan personalia&nbsp; dan wilayah&nbsp; kerja, fasilitas&nbsp; fisik, penggunaan waktu, perumusan tujuan, prosedur pendidikan karakter, peran guru yang diperlukan, bentuk&nbsp; hubungan&nbsp; antar&nbsp; bagian,&nbsp; hubungan&nbsp; sistem-sistem&nbsp; yang&nbsp; lain,&nbsp; dan&nbsp; strategi pendidikan karakter yang inovatif.&nbsp; Berdasarkan&nbsp; hasil&nbsp; penelitian tersebut,&nbsp; peneliti&nbsp; merekomendasikan&nbsp; Kepala&nbsp; sekolah agar&nbsp; meningkatkan&nbsp; pendidikan&nbsp; karakter&nbsp; dengan&nbsp; cara&nbsp; lebih&nbsp; sering&nbsp; melakukan kegiatan-kegiatan&nbsp; yang berkaitan pendidikan karakter kepada guru dan peserta didik. Kepada guru&nbsp; hendaknya memahami&nbsp; pendidikan karakter&nbsp; dan mempelajari&nbsp; strategi dan metode yang tepat untuk menerapkan pendidikan karakter yang efektif. Kepada peserta didik hendaknya menampilkan perilaku yang baik dan menginternalisasikan nilai-nilai karakter yang diajarkan di SMAK Bakti Luhur Malang agar menjadi karakter diri yang bermanfaat untuk diri sendiri, orang lain dan bangsa.&nbsp;</p> 2020-05-31T07:00:33+07:00 ##submission.copyrightStatement## http://e-journal.stp-ipi.ac.id/index.php/sapa/article/view/126 Memahami Manusia Dan Alam Dalam Terang Filsafat Proses Alfred North Whitehead dan Relevansinya Bagi Teologi 2020-05-31T07:04:40+07:00 Fabianus Selatang fabianus.selatang@gmail.com <p>Intensitas kedalaman pengalaman dan bukan banyaknya yang dialami, adalah adigium mendasar untuk menjelaskan gagasan mengenai manusia dan alam menurut Alfred North Whitehead. Oleh karen itu, tanggung jawab manusia untuk mengisi hidupnya yang autentik dan bermakna merupakan gambaran dari prinsip “proses” dalam kajian filsafat Proses Whitehead. Olehnya, tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan gagasan filsosofis Whitehead mengenai manusia sebagai (mikrokosmos) dan alam sebagai (makrokosmos) serta sumbangannya terhadap teologi. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan <em>document studies. </em>Literatur dari tulisan Whitehead atau tulisan orang lain tentangnya menjadi sumber informasi utama bagi penulis dalam rangka memahami gagasan manusia dan alam menurut Whitehead. “Proses menjadi” adalah frasa yang dipakai oleh whitehead untuk memahami entitas otonomitas manusia dan alam. Dari sinilah Whitehead hendak menegaskan satu pola relasi yang dinamis antara manusia dan alam. Sifat “dinamis dan berproses” inilah yang kemudian menurut penulis memberikan sumbangan besar terhadap bangunan teologi dari konsep filosofis Whitehead. Dalam hubungan dengan itu, kedalaman pengalaman manusia membawa sebuah konsekuensi perubahan. Perubahan terhadap cara pandang terhadap dirinya sendiri, alam dan Tuhan. Konsekuensi teologis dari gagasan ini sesungguhnya hendak menyatakan bahwa dunia termuat dalam Allah, itu sama benarnya dengan mengatakan bahwa Allah imanen dalam dunia. Selain itu, dengan mengatakan bahwa Allah transenden terhadap dunia, itu sama benarnya dengan mengatakan bahwa dunia transenden terhadap Allah.” Inilah sumbangan pemikiran Whitehead terhadap teologi.</p> 2020-05-31T07:04:39+07:00 ##submission.copyrightStatement##