Efektifitas Modul Training DID Partisipatif Terhadap Pemahaman Konsep Inklusif Disabilitas Community Volunteers Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat

Reksa Pastoral Penyandang Disabilitas

  • Yohanes Subasno
Keywords: Training DID partisipatif, inklusif disabilitas, pekerja sosial RBM

Abstract

Pelibatan sebanyak mungkin pihak dalam reksa-pastoral pemberdayaan penyandang disabilitas, baik dari gereja maupun masyarakat umum menjadi sangat relevan karena Gereja hadir dalam konteks. Pergeseran paradigma pemberdayaan penyandang disabilitas dari karitatif menjadi inklusif, menyebabkan kerancuan persepsi tentang konsep inklusif disabilitas di kalangan pekerja sosial Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM). Kerancuan tersebut berkisar pada batasan, prinsip dasar, pelaku, target-sasaran RBM. Materi training disability inclusive development (DID) disusun oleh peneliti dan praktisi serta divalidasi oleh pakar RBM untuk mengatasi gap persepsi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian pra-experimental disain one group pre-test post-test. Tiga (3) trainers dan 24 trainees yang berafiliasi dengan Yayasan Bhakti Luhur dari Malang, Blitar, Kediri, Surabaya, Yogyakarta dan Salatiga berkontribusi dalam penelitian. Intervensi dilaksanakan tiga (3) hari, didahului pretest, dan dilakukan posttest setelahnya.  Analisa data menggunakan SPSS, didapat hasil mean pre-test 44,92 dan mean post-test 76,58. Uji normalitas Shapiro-Wilk mencatat signifikansi 0,24 pada pre-test dan 0,22 pada post-test. Tingkat signifikansi (a > 0.05) berarti data berdistribusi normal. Paired samples t-test mencatat signifikansi (2-tailed) 0,00 < 0.05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan, ada perbedaan antara rata-rata hasil pre-test dan post-test, yang berarti training DID partisipatif efektif meningkatkan pemahaman konsep inklusif disabilitas bagi pekerja sosial RBM.

Published
2020-05-31
Section
Artikel