Peran Keluarga Muda Katolik Dalam Membangun Keharmonisan Keluarga

  • Teresia Noiman Derung
  • Martinus Alexander
Keywords: peran, keluarga muda katolik, keharmonisan

Abstract

Peran keluarga muda katolik dalam membangun keharmonisan keluarga sangat diperlukan jaman ini. Keluarga sebagai Gereja kecil dibina dengan serius agar tercapai kebahagiaan, seperti yang tercantum dalam tujuan perkawinan. Keharmonisan dapat terjalin apabila pasangan yang akan menikah memiliki kesiapan baik secara fisik maupun mental. Satu hal yang menjadi tolok ukur secara fisik adalah usia laki-laki dan perempuan saat menikah sesuai dengan ketentuan Gereja dan pemerintah. Kenyataan yang terjadi di Stasi Santo Yohanes Pimping banyak keluarga katolik yang menikah muda atau menikah di bawah umur. Ada banyak faktor yang menyebabkan nikah muda yaitu ekonomi keluarga, hamil di luar nikah, budaya nikah muda, dan kurangnya pendidikan iman dalam keluarga. Dampak atau masalah yang terjadi dalam keluarga muda di Stasi Santo Yohanes Pimping yaitu kehidupan ekonomi keluarga dalam kemiskinan, perselingkuhan, anak terbengkalai, dan perceraiaan. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran keluarga muda katolik dalam membangun keharmonisan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peran keluarga muda katolik dalam membangun keharmonisan keluarga. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisa penelitian menggunakan model Milles dan Huberman.  Hasil dari penelitian ini adalah; dalam mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga, hanya suami yang mencari nafkah. Memberikan kasih sayang juga sulit dilakukan karena jarak yang tidak memungkinkan. Mempertahakan kejujuran juga sulit dilakukan oleh suami istri karena mereka sering mengalami kesepian. Indikator terakhir adalah komunikasi yang jarang dilakukan oleh pasangan karena jarak suami-istri yang berjauhan. Kenyataan ini menjadikan keluarga sulit untuk hidup dalam keharmonisan.

Published
2020-05-31
Section
Artikel