Bina Iman Remaja dalam Masa Pandemi Covid-19 di Paroki Santa Maria Immaculata Mataram

  • Pedro Agus Dwi Juniantara Ramos Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang Jawa Timur-Indonesia
  • Antonius Denny Firmanto Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang Jawa Timur-Indonesia
  • Nanik Wijiyati Aluwesia Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang Jawa Timur-Indonesia
Keywords: Bina Iman Remaja, Kaum Remaja, Pandemi, Teknologi

Abstract

English:

This paper focuses on the activities of Bina Iman Remaja (BIR) during the pandemic. Adolescent Faith Building is a form of Categorial Catechesis of the Ummah. The covid-19 pandemic is bringing big changes to the world and people. Starting to have restrictions on community activities to reduce the rate of spread of covid-19. Many community activities are limited, even canceled for an indefinite period. The Church cannot avoid this because the Church is in the middle of the world. The church has also responded to this situation by taking a policy to conduct several ecclesiastical activities online. One of the activities carried out online is Youth Faith Development. The methodology that the researcher uses in making this paper is a qualitative method, namely by conducting personal interviews with respondents. My finding in this study is that online Youth Faith Development activities are not effective for the development of the faith of Catholic Youth.

Bahasa Indonesia:

Tulisan ini berfokus pada kegiatan Bina Iman Remaja (BIR) selama masa pandemi. Bina Iman Remaja merupakan salah satu bentuk dari Katekese Kategorial Umat. Pandemi covid-19 membawa perubahan besar bagi dunia dan manusia. Mulai adanya pembatasan kegiatan masyarakat guna menekan laju penyebaran covid-19. Banyak kegiatan masyarakat yang dibatasi, bahkan ditiadakan untuk waktu yang tidak ditentukan. Gereja tidak bisa menghindari hal ini karena Gereja ada di tengah dunia. Gereja pun menanggapi situasi ini dengan mengambil kebijakan untuk melakukan beberapa kegiatan gerejawi secara online. Salah satu kegiatan yang dilakukan secara online adalah Bina Iman Remaja. Metodologi yang peneliti gunakan dalam pembuatan tulisan ini adalah metode kualitatif, yakni dengan melakukan wawancara pribadi dengan responden. Temuan saya dalam penelitian ini ialah bahwa kegiatan Bina Iman Remaja yang dilakukan secara online tidak efektif bagi perkembangan iman kaum Remaja Katolik.

Published
2021-05-27
Section
Artikel