PENDIDIKAN SEBAGAI HABITUS TRANSFORMASI DIRI

Kajian definisi, aspek dan tujuan Pendidikan

  • Fabianus Selatang
Keywords: Pendidikan, habitus, transformasi diri

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan definisi, aspek dan tujuan pendidikan dari sudut pandang filsafat. Filsafat pendidikan menyentuh tiga hal penting yakni being and reality, knowledge, and value. Ketiga hal penting itu dikupas dalam konteks pendidikan di Indonesia dewasa ini. Penulis mengawali pembicaraan ini dari hingar-bingar dan sepak terjang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih. Saat yang sama, manusia dihadapkan dengan idealisme dan tuntutan zaman. Metode yang dipakai oleh penulis adalah kepustakaan dengan mengkaji beberapa literatur yang terkait dengan filsafat pendidikan. Penulis mendalami dan manggali dari beberapa literatur terkait pendidikan. Yang akan dikaji dan didalami dari tema mengenai pendidikan ini ialah definisi, aspek dan tujuan pendidikan. Selain tiga hal tersebut, penulis menambahkan beberapa sub bagian yang terkait dengan judul di atas. Hasil temuan dari kajian literatur ini antara lain. Pertama, gagasan pendidikan sebagai habitus merupakan kajian yang emblematis. Dikatakan demikian karena pendidikan dihadapkan dengan konsep-konsep yang diusung oleh modernitas. Ketika pendidikan hanya menekankan aspek akal budi, maka aspek karakter, religiusitas, moralitas, dan reflektif kurang mendapat tempat. Kedua, pendidikan dewasa ini dihadapkan pada dua hal yakni idealisme dan impasse (kebutuhan). Ketiga, subjek dari pendidikan ialah manusia. Oleh karena itu, pendidikan menyentuh totalitas diri manusia seutuhannya dan bukan manusia yang parsial. Kesimpulanya, pendidikan sebagai habitus transformasi diri mengajak setiap pelaku pendidikan untuk mengembalikan roh dari pendidikan itu sendiri, sehingga rohnya tidak tercabut dan direduksi dari manusia modern.

Author Biography

Fabianus Selatang

Dosen tetap pada program studi Pelayanan Pastoral.

Published
2018-05-01
Section
Articles