EDITORIAL JURNAL SAPA VOL. 4 NO. 2

  • Tim Editor

Abstract

EDITORIAL

Jurnal SAPA kali ini memasuki tahun yang keempat dan berusaha untuk tampil semakin baik. Dalam edisi kali ini menyampaikan beberapa artikel berdasarkan hasil penelitian dan analisa pustaka.

Artikel pertama membuat komparasi tentang “pastoral” menurut Paulus dan Romo Paul Janssen. Dari hasil perbandingan ternyata penulis menemukan banyak kesamaaan dan kemiripannya antara Paulus dan Romo Paul Janssen: karya pastoral melanjutkan karya Kristus dan selalu bertitik tolak dari tugas perutusan dan panggilan yang berasal dari Allah.

Artikel kedua memberikan uraian tentang “pastoral keluarga dalam upaya membangun family resiliency” Dalam dinamikanya, keluarga Katolik tidak hanya menerapkan kasih Allah di dalam dirinya, namun juga  memantulkan kasih Allah itu ketika berinteraksi dengan masyarakat di luar dirinya, sebagai perwujudan garam dan terang bagi lingkungan sosialnya. Berkaitan dengan “penguatan” Gereja kecil inilah sehingga dibutuhkan campur tangan gereja yang disebut Pastoral Keluarga. 

Artikel ketiga ulasan tentang “mengembangkan persaudaraan insani” yang ditinjau diri segi Biblis. Tulisan ini bermaksud untuk mencoba menyoroti tentang tema tersebut dari sudut pandang Kitab Suci. Tulisan ini dibagi ke dalam tiga bagian, yang pertama tinjauan Perjanjian Lama, yang kedua tinjauan dari Perjanjian Baru dan ketiga kesimpulan.

Artikel keempat mengulas tentang “Pastoral yang mengembangkan persaudaraan insansi ditinjau dari Sosiologi. Persaudaraan dalam Sosiologi terjadi melalui interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan antara dua atau lebih individu manusia, dimana kelakuan individu saling memengaruhi, mengubah atau memperbaiki satu sama lain (Gerungan (1986:57). Interaksi sosial terjadi dengan latar belakang kebutuhan sesuai teori Masslow yaitu kebutuhan fisik maupun kebutuhan rasa aman.

Artikel keempat merupakan hasil penelitian tentang usaha meningkatkan motivasi belajar pada mahasiswa “setengah hati.” Artikel terapan ini bermaksud mengupas hal ikhwal tentang motivasi dan motivasi belajar dari tinjauan psikologis, dan menawarkan upaya-upaya meningkatkan motivasi belajar mahasiswa “setengah hati” berdasarkan kajian teori yang dipaparkan. 

Artikel kelima mengulas tentang pembaharuan pelaksanaan katekese dan metode katekese inkulturatif. Inkulturasi merupakan usaha katekese agar disatu pihak iman dan agama Kristen dapat berakar pada kebudayaan dan seluruh hidup umat dan di lain pihak aneka macam kebudayaan dan penghayatan hidup umat konkrit dapat diangkat menjadi bentuk penghayatan iman Kristen. Orang Kristen hendaknya dapat menjadi orang Kristen seratus persen dan sekaligus menjadi anggota bangsanya seratus persen.

Artikel keenam merupakan hasil penelitian tentang “efektivitas paguyuban orang tua dalam memberdayakan anak disabilitas di Mojorejo, Blitar. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui efektivitas paguyuban orang tua dalam memberdayakan anak disabilitas di Mojorejo Blitar. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah wawancara. Wawancara ini dilakukan oleh peneliti terhadap orang tua yang tergabung dalam paguyuban, ketua paguyuban dan petugas lapangan.  

Sedangkan artikel terakhir mengulas tentang kebijakan pendidikan nasional dan implementasinya pada Sekolah Dasar. Arah dasar perhatian kebijakan pendidikan nasional adalah Sekolah Dasar, karena merupakan lembaga awal pembentukan manusia menuju kecerdasan yang optimal. Kebijakan pendidikan nasional dalam konteks ini lebih pada implementasinya di lembaga pendidikan dasar.

Published
2019-11-29
Section
Editorial